OBYEK TERDINGIN ITU SEBUAH KATAI COKLAT

Seperti apakah obyek yang dingin di alam semesta? Mungkin hal ini sering muncul di benak kita. Yang pasti para astronom dari University of Hertfordshire bisa memberikan jawaban akan pertanyaan ini. Mereka baru saja menemukan sebuah obyek sub bintang yang paling dingin yang pernah ditemukan di luar Tata Surya.

Sub Bintang & Katai Coklat

Ilustrasi pasangan katai coklat yang dingin. Kredit : NASA / JPL-Caltech

Sub bintang adalah benda angkasa yang massanya jauh lebih kecil dari massa terkecil sebuah bintang yang diperkirakan sekitar 0,08 massa Matahari. Batas minimum massa bintang tersebut berasal dari batas minimum dimana bintang dapat mempertahankan reaksi fusi di dalam dirinya.

Pada umumnya obyek sub bintang tersebut merupakan obyek katai coklat, yang massanya lebih kecil dari massa bintang namun lebih besar dari massa planet gas raksasa seperti Jupiter. Bisa dikatakan, katai coklat merupakan obyek pertengahan antara bintang dan planet raksasa dengan massa rata-rata kurang dari 70 massa Jupiter. Temperatur katai coklat yang dingin justru membuat mereka tampak sangat redup pada panjang gelombang tampak dan lebih mudah dideteksi dari pendarnya pada panjang gelombang inframerah.

Inilah obyek yang ditemukan para astronom tersebut dengan menggunakan United Kingdom Infrared Telescope (UKIRT) di Hawaii. Yang menarik, obyek tersebut memiliki warna yang cukup istimewa, sehingga ia tampak sangat biru atau sangat merah, bergantung pada bagian spektrum yang digunakan untuk melihat obyek ini.

Secara teknis, obyek baru ini merupakan katai coklat yang diberi kode SDSS1416+13B dan berada pada jarak 50 tahun cahaya dari Tata Surya. Ia memiliki orbit yang cukup lebar di dekat katai coklat SDSS1416+13A yang lebih terang dan hangat yang berada pada jarak 15 tahun cahaya.

Katai Coklat Yang Sangat Dingin
Penemuan katai coklat ini juga memecahkan rekor suhu paling dingin dari obyek yang ditemukan di luar Tata Surya. Bagaimana tidak, katai coklat ini diperkirakan memiliki temperatur pada kisaran 200 derajat celcius. Hanya 2 kali titik didih air di Bumi.

Tapi, para astronom masih harus meneliti obyek ini dengan hati-hati. Menurut Dr Philip Lucas dariUniversity of Hertfordshire’s School of Physics, Astronomy and Mathematics, warna katai coklat ini berbeda dari yang pernah terlihat sebelumnya sehingga belum bisa sepenuhnya dipahami. Yang pasti, para ahli fisika akan semakin sibuk untuk mengungkapkan misteri yang ada di balik obyek tersebut.

SDSS1416+13B pertama kali diamati oleh Dr. Ben Burningham sebagai bagian dari pencarian katai coklat dingin dalam program UKIRT Infrared Deep Sky Survey (UKIDSS). Saat diamati, obyek tersebut tampak lebih biru pada panjang gelombang dekat inframerah. Dan saat spektrumnya diambil dengan teleskop Subaru di Hawaii, tampak kalau katai coklat ini termasuk tipe katai T, yang memiliki metana cukup banyak di atmosfer akan tetapi memiliki tanda tertentu lainnya seperti adanya gap / jeda yang besar pada panjang gelombang tertentu.

Pengamatan lanjutan terhadap SDSS1416+13B dilakukan menggunakan Teleskop Angkasa Spitzer pada panjang gelombang yang lebih panjang. Hasilnya, Dr. Sandy Leggett menemukan kalau spektrum katai coklat tersebut berada di area tengah pada panjang gelombang infra merah. Hasil ini juga yang dijadikan indikator dalam menentukan temperatur dan pada akhirnya diketahui juga kalau SDSS1416+13B merupakan katai coklat yang paling merah yang pernah diketahui pada rentang panjang gelombang tersebut.

Jika dibandingkan dengan model teoretik atmosfer katai coklat, maka diperkirakan temperatur dari SDSS1416+13B berada pada kisaran 500 Kelvin (227 derajat Celcius).

Bintang Ganda

Pasangan ganda katai coklat SDSS1416+13A dan SDSS1416+13B. Kredit : SDSS

Selain menemukan SDSS1416+13B, Ben Burningham juga memastikan kalau bintang terang SDSS1416+13A yang telah teramati sebelumnya oleh SDSS dan berada tak jauh dari SDSS1416+13B merupakan katai coklat. Yang menarik, keduanya merupakan pasangan bintang ganda katai coklat.

Bintang SDSS1416+13A ditemukan oleh Sloan Digital Sky Survey pada gelombang cahaya tampak, sedangkan katai coklat pasangannya SDSS1416+13B justru hanya bisa teramati pada cahaya inframerah. Tak hanya itu. Katai coklat SDSS1416+13A juga memiliki spektrum yang tak biasa. Dan diharapkan bintang pasangan katai coklat ini bisa memberikan jawaban atas gap yang ada serta memberi pemahaman yang baru bagi dunia astronomi.

Hasil analisis awal pada kedua katai coklat menunjukan kurangnya elemen berat di dalam obyek tersebut. Miskinnya elemen bera di katai coklat ini bisa dijelaskan seandainya usia mereka memang sudah sangat tua. Dan seandainya memang usianya sudah tua, maka tak mengherankan kalau bintang pasangan tersebut memiliki temperatur yang sangat rendah.

Sumber : University of Hertfordshire

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Jangan Lupa Komentarnya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s