MEDAN MAGNET DI VEGA

Untuk pertama kalinya dideteksi medan magnet di bintang Vega, salah satu bintang terang di langit. Dengan menggunakan NARVAL spectropolarimeter bersensitivitas tinggi yang dipasang di teleskop Bernard-Lyot (Observatorium Pic du Midi, Perancis), tim astronom berhasil mendeteksi efek medan magnet dalam cahaya yang dipancarkan Vega.

Bernard-Lyot Telescope, di puncak Pic du Midi de Bigorre - Perancis. © Pascal PetitBernard-Lyot Telescope, di puncak Pic du Midi de Bigorre – Perancis. © Pascal Petit

Vega merupakan bintang yang sangat terkenal di kalangan astronom profesional dan amatir. Terletak di rasi Lyra pada jarak 25 tahun cahaya dari Bumi, ia merupakan bintang kelima paling terang di langit. Tak hanya itu, Vega juga digunakan sebagai bintang referensi dalam membandingkan kecerlangan. Vega dua kali lebih masif dari Matahari dengan usia sepersepuluh usia Matahari. Karena jaraknya yang cukup dekat dan kecerlangannya, Vega sudah sering menjadi bahan penelitian. Namun misteri tak pernah berhenti tersingkap.  Ada saja hal baru yang ditemukan dari bintang ini saat diamati dengan  alat yang lebih canggih.

Vega sendiri berotasi kurang dari sehari, sedangkan Matahari berotasi dalam 27 hari. Gaya sentrifugal yang kuat disebabkan oleh rotasi yang sangat cepat memipihkan kutubnya dan menghasilkan temperatur yang bervariasi lebih dari 1000 derajat Celcius di antara kutub dan area ekuator permukaan. Vega juga dikelilingi oleh piringan debu yang tidak homogen, sehingga diindikasikan ada planet di situ.

Kali ini, para astronom menganalisa polarisasi cahaya yang dipancarkan Vega dan mendeteksi medan magnet lemah di permukaannya. Memang bukan sebuah kejutan karena diketahui gerakan partikel-partikel bermuatan di dalam bintang dapat menimbulkan medan magnet dan dengan cara inilah medan magnet Matahari dan kebumian dihasilkan. Namun untuk bintang yang lebih masif dari Matahari, seperti Vega, model teoretik tidak dapat memprediksikan intensitas dan struktur medan magnetnya. Akibatnya para astronom tidak memiliki petunjuk terhadap kekuatan sinyal yang sedang mereka cari itu. Setelah percobaan yang gagal selama dekade lalu, alat bersensitivitas tinggi NARVAL yang disertai dedikasi tinggi untuk mengamati Vega, sebuah keberhasilan pun tercapai. Untuk pertama kalinya medan magnet di Vega berhasil dideteksi.

Bintang Vega. Kredit : Spitzer/NASA/JPLBintang Vega. Kredit : Spitzer/NASA/JPL

Kekuatan medan magnet Vega berkisar 50 mikro-tesla, dan memiliki kekuatan yang setara dengan medan rata-rata di antara Bumi dan Matahari. Tujuan pertama dari peneitian ini adalah untuk membuka jalan dalam melakukan studi  asal usul medan magnet di bintang masif. Medan magnet memang ada namun belum terdeteksi di banyak bintang yang seperti Vega.

Bagaimanapun, diyakini penemuan ini menjadi langkah kunci untuk memahami medan magnetik bintang dan pengaruhnya dalam evolusi bintang. Dan untuk Vega, ia kini menjadi prototipe kelas baru dari bintang magnetik dan akan terus memukau para astronom di masa depan.

Sumber : Astronomy & Astrophysics

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Jangan Lupa Komentarnya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s