Asal Usul Alas Kaki

SOBAT-SOBAT, tahukah kamu… apa yang dimaksud alas kaki? Ya, alas kaki adalah produk seperti sepatu dan sandal yang dipakai untuk melindungi kaki, terutama bagian telapak kaki. Alas kaki melindungi kaki agar tidak cidera dari kondisi lingkungan, seperti permukaan tanah yang berbatu-batu, berair, udara panas maupun dingin. Alas kaki juga melindungi kaki agar tetap bersih.

Dari lukisan Mesir Kuno di Thebes diketahui bahwa orang Mesir sudah mengenakan alas kaki sekitar abad ke-15 SM. Dalam lukisan itu digambarkan perajin yang duduk di kursi pendek. Seorang perajin sibuk bekerja membuat sandal, sedangkan seorang lagi sedang menjahit sepatu. Sandal dibuat dari bahan-bahan seperti kain, daun palem, papirus, kulit, atau bahan serupa yang dianyam.

Bagi orang Romawi dan Yunani Kuno, alas kaki merupakan salah satu gaya busana yang elegan. Sandal yang disebut baxa atau baxea dibuat dari anyaman daun palem. Pemakainya adalah kalangan bawah seperti pendeta dan filsuf. Apuleius menulis bahwa pendeta muda memakai sandal dari daun palem seperti yang dipakai oleh orang-orang Mesir. Perajin sandal itu disebut baxearii atau solearii. Alas kaki ringan yang dipakai di dalam rumah disebut solea, sedangkan sepatu disebut calceus, karena dipakai di luar rumah. Alas kaki yang menutupi bagian atas kaki disebut soccus. Sepatu bot bertali yang memperlihatkan seluruh jemari kaki disebut cothurnus. Bagian atas cothurnus sering dibuat tebal dengan sisipan gabus. Pemakainya adalah penunggang kuda, aktor, pemburu, dan bangsawan yang ingin tampak lebih tinggi dan gagah.

Prajurit Romawi mengenakan sandal bertali dengan jari-jari yang terbuka. Bila mereka berperang di kawasan perbukitan, bagian bawah sandal dilengkapi dengan gerigi yang tajam atau paku. Sementara itu, sepatu bot dipakai orang-orang Romawi untuk menunjukkan jabatan dan pekerjaan. Senator Romawi memakai sepatu bot berwarna hitam dengan hiasan bulan sabit berwarna emas atau perak di bagian atas sepatu. Kaisar Romawi menghiasi sepatu botnya dengan batu permata dan emas. Kaisar Aurelian melarang laki-laki mengenakan sepatu berwarna merah, kuning, putih, atau hijau, karena warna-warna tersebut dikhususkan untuk wanita. Namun, Kaisar Heliogabalus melarang wanita menghiasi sepatu dengan emas dan permata.

Sepatu di kalangan bangsawan Eropa pada abad ke-12 dipenuhi dengan berbagai hiasan mewah. Sepatu bot Henry II berwarna hijau dengan garis-garis emas. Di makam Henry VI dari Sicilia yang wafat tahun 1197, ditemukan sepatu dengan bagian atas dari kain emas berhiaskan mutiara. Bagian sol dibuat dari gabus berlapis kain emas. Sepatu menutupi hingga bagian pergelangan kaki, dan dikenangkan dengan kancing kecil. Permaisuri Constance yang wafat tahun 1198, memakai sepatu dari kain emas berhiaskan permata, dengan pengencangnya berupa sabuk kulit yang diikat dengan tali.

Sandal adalah alas kaki yang sudah dikenal manusia sejak zaman Mesir Kuno. Di zaman kuno, orang India, Assyria, Romawi, Yunani, dan Jepang juga mengenakan sandal. Sandal jepit di Amerika Serikat disebut flip-flops, thongs, atau beach sandal. Seusai Perang Dunia II, prajurit Amerika Serikat pulang dengan membawa oleh-oleh sandal dari Jepang. Semasa perang, prajurit Jepang membuat sandal dari ban bekas.

Di Indonesia, dikenal juga sandal yang terbuat dari kayu yang ringan dengan pengikat kaki yang terbuat dari ban bekas yang disebut bakiak.

Nah, sobat-sobat… sekarang coba deh kalian hitung, berapa alas kaki yang kalian miliki?

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Jangan Lupa Komentarnya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s