Aburizal: Gedung Baru DPR Tak Perlu Mewah

VIVAnews – Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan, Golkar tetap memandang perlu pembangunan gedung baru DPR.

“Tapi tidak perlu mewah.  Sederhana dan fungsional saja,” kata Aburizal usai mengikuti panen perdana budidaya lobster air tawar di Desa Cogrek, Parung, Kabupaten Bogor, Sabtu 9 April 2011.

Pria yang akrab dipanggil Ical itu mengemukakan, dirinya berkali-kali mengatakan bahwa gedung baru DPR tidak perlu semewah rancangan semula yang rencananya menghabiskan anggaran Rp1,16 triliun.  Ia pun meminta DPR mengikuti petunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berpesan agar pembangunan gedung baru ditinjau ulang agar lebih sederhana.

“Sesuai pidato Presiden – ditinjau ulang, dan kalau perlu, dibatalkan,” ujar Ical.  Sebelumnya, Presiden Yudhoyono meminta agar pembangunan dan penambahan tidak perlu dilakukan pada fasilitas yang masih memadai untuk digunakan.  Presiden juga menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk berhemat dan efisien dalam menggunakan anggaran negara.

“Saya menginstruksikan, setelah dilakukan pengecekan terhadap rencana pembangunan gedung dan fasilitas yang tidak memenuhi ketentuan yang dikeluarkan, bahkan dalam bahasa saya yang tidak memenuhi standar kepatutan, agar ditunda dulu, untuk dilakukan revisi penyesuaian, bahkan barangkali kalau memang tidak sangat diperlukan, bisa ditunda dan dibatalkan,” demikian kata Presiden di Kantor Presiden, Kamis 6 April lalu.

Secara terpisah, pengamat politik M. Qodari tidak setuju apabila persoalan pembangunan gedung DPR dipersempit menjadi masalah Ketua DPR saja.  “(Pembangunan) ini bersifat kelembagaan, bukan hanya soal Marzuki (Ketua DPR Marzui Ali),” kata Qodari di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat.  Oleh karena itu, ia menganggap upaya penggulingan Ketua DPR apabila gedung DPR jadi dibangun, akan sulit direalisasikan.

Direktur Eksekutif IndoBarometer itu berpendapat, keputusan terbaik yang sebaiknya diambil saat ini adalah menunda pembangunan gedung.  “Buat perencanaan yang lebih baik dan efisien terlebih dahulu,” katanya.  Menurut Qodari, DPR sebetulnya cukup menambah ruang untuk staf, tidak perlu sampai membangun gedung baru yang mewah.

“Prioritas saat ini bukan gedung baru, tapi ruang untuk staf,” ujar Qodari.  Terkait ruangan anggota dewan yang sempit, ia tidak terlalu melihatnya sebagai masalah serius.  “Sudah cukup menghormati (anggota dewan) kalau ruangan hanya diisi meja untuk menaruh buku dan menerima tamu.  Tinggal pintar-pintar saja menata ruangannya,” tutup Qodari.

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Jangan Lupa Komentarnya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s