Kisah Penerbang-penerbang Inggris dan Jerman di PD II

Sebuah kisah lagi yang sempat dicatatkan oleh sejarah yaitu pertempuran antara pasukan koalisi melawan Jerman. Pada awal Perang satu skuadron pesawat fighter inggris ditempatkan di Perancis untuk ikut menahan infasi Jerman. Saat itu Tahun 1942 bertemulah Hurricane Inggris dan Dornier 17 milik Jerman.
Pada suatu saat sebuah Dornier diburu oleh peluru-peluru Hurricane yang diterbangkan oleh Pussy Palmer. Akibatnya salah satu motor Dornier yang bermotor ganda itu terbakar. Navigator dan penembak diposisi ekor meloncat keluar menggunakan parasut. Pesawat yang sial itu kelihatan mulai melayang kehilangan tenaga. Pussy Palmer sang pilot Hurricane menjajarkan pesawatnya disamping pesawat yang limbung itu untuk melihat, apakah sang pilot Jerman itu tewas. Pussy melihat sang pilot tidak bergerak dan kelihatan lumpuh dan yakin bahwa pilot tersebut telah tewas terkena peluru dari Hurricane miliknya.


Hurricane


Dornier 17

Pussy Palmer kemudian beralih untuk mengejar pesawat lainnya, namun dengan sekejap Dornier 17 itu kembali sigap dan berbalik menmburu pesawat yang ditumpangi Pussy Palmer dan melepaskan tembakan ke arahnya. Terpasa Pussy harus mendaratkan pesawatnya secara darurat dengan roda yang masih berada di dalam badan pesawat. Pussy ternyata lengah dan telah dikelabui oleh sang pilot Dornier.
Setelah dihitungnya pesawat Pussy telah dihadiahi 34 lubang peluru. Untungnya dia selamat, Dornier 17 itu kemudian dikejar oleh dua pesawat pendamping Pussy dan diberondong peluru hingga jatuh. Sang Pilot Dornier 17 juga selamat tanpa luka sedikitpun sungguh ajaib memang. Hal inilah yang membuat pilot-pilot inggris kagum dan merasa hormat pada kepiawaian pilot Jerman tersebut, entah karena campur tangan Tuhan atau pilot Jerman ini memang piawai menerbangkan Dornier 17 miliknya.
Lalu apa yang lahir dari rasa hormat kepada musuh ini? Arno nama penerbang Jerman itu kemudian diundang makan malam bersama oleh skuadron Inggris musuhnya tersebut. Dengan bersusah payah karena tidak diizinkan oleh pihak Perancis yang menawannya Arno dijemput dengan pengawalan ketat pihak Perancis. Ia dibawa ke tempat pesta kecil-kecilan itu. Sebelumnya, semua souvenir yang berhasil diambil dari pesawat-pesawat musuh yang telah dihancurkan disingkirkan dari ruangan pesta. Semua plakat-plakat yang membayangkan permusuhan dan dapat menimbulkan rasa sakit hati pada musuh sudah disimpan rapi. Musik mengalun, makanan dan minuman diedarkan. Tamu kehormatan justru musuh yang dibebaskan pula bercengkrama.


William (Pussy) Palmer Mellen
(1902-1953)

Ia juga dikenalkan kepada Pussy Palmer, keduanya malah asyik bercengkrama walaupun dibantu oleh seorang penerjemah. Bila dibayangkan bagaiman mereka saling tembak-menembak diudara hal ini merupakan hal yang tidak lazim apalagi Perang antara pasukan koalisi dan Jerman sedang hangat-hangatnya saat itu.
Memang sangat sukar untuk dimengerti, justru karena kisah ini benar-benar terjadi seperti diceritakan oleh “Ace” Inggris Paul Richey dalam bukunya “Fighter Pilot”. Sekalipun demikian kisah-kisah kecil ini tentusaja tidak akan menghilangkan kenyataan betapa kejamnya perang. Dan kisah ini mengingatkan kita bahwa manusia tetap saja manusia.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Jangan Lupa Komentarnya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s