Agenda ufo

Sebagian besar menjaring informasi seputar keberadaan UFO di Indonesia, mendokumentasikan, meneliti, bahkan membedah kebenaran dari berbagai fakta itu. Meski bukan menjadi wadah resmi, Beta-Ufo menjadi rujukan bagi komunitas-komunitas kecil itu.

Grey Race Foundation, misalnya, didirikan oleh Fan Fan F. Darmawan di Bandung.Mengaku awalnya tertarik oleh komik soal UFO saat SMP, belakangan Fan gencar mengumpulkan semua informasi seputar UFO. “Sewaktu kuliah, saya sampai ketagihan untuk mencari informasi soal UFO di dunia,” ungkap Manajer Komunikasi dan Hubungan Publik Mizan ini. Kini, Fan seperti kamus berjalan untuk informasi seputar teori dan fakta keberadaan UFO.

Uniknya, dari rasa keingintahuan soal makhluk asing itu, Fan belakangan memilih untuk memeras manfaat keberadaan UFO itu bagi manusia. “Ada banyak teori dan pendapat soal keberadaan UFO di bumi. Tapi, semuanya kembali ke sikap kita,” ujarnya. Dalam setiap diskusi soal UFO, Fan memompa kesadaran agar manusia lebih bersyukur dan bertanggungjawab terhadap kelangsungan hidupnya.

Misi Grey Race – sebutan sebuah ras alien – ini sangat berbeda dengan yang diyakini Michael Gumelar. Di milis UFO IC dan situs pribadinya, Michael tak mau disekat oleh agama. Pria yang telah mengenyam pendidikan seni dari Skotlandia ini meyakini bahwa fakta adanya UFO menunjukkan bahwa manusia hidup dalam dunia teknologi. “Semua makhluk digerakkan oleh ion dan atom,” tandasnya.

Fenomena keberadaan UFO di bumi, menurut Michael, sudah terjadi sejak dulu. Bahkan, peradaban manusia tak lepas dari adanya makhluk planet lain yang hidup di dunia.Makanya, Michael meyakini bahwa manusia pun mampu mempunyai kemampuan seperti makhluk di luar bumi. “Saya sedang membuat desain pesawat ruang angkasa seperti UFO.Saya yakin kita bisa membuatnya,” ujarnya.

Nur Agustinus mengaku awalnya tertarik untuk mengumpulkan berbagai informasi soal UFO. Sejak SMP, ia sudah menggilai fenomena UFO. Sewaktu SMA, dia sempat melakukan eksperimen peluncuran roket.

Setelah mendirikan Beta-Ufo 10 tahun silam, Nur juga sempat membuat Majalah UFO. Kini, selain mengumpulkan perkembangan terakhir fenomena UFO di seluruh dunia, Beta-Ufo juga meriset kesaksian di Indonesia.

Dari sekadar hobi dan ingin tahu, penelitian Nur sudah semakin jauh. Dari berbagai data dan fakta yang ia kumpulkan, Nur punya tujuan jelas. “Saya ingin tahu, apa agenda makhluk luar angkasa dan UFO itu pada manusia,” tuturnya. Ia mengaku, saat ini sudah sampai pada tahap meraba agenda itu. “Beberapa data dan fakta yang selama ini disimpan oleh Amerika mungkin bakal lebih memperjelas nantinya,” ujarnya.

Hasraldi, yang mendirikan Pemburu UFO, mengaku pernah melihat fenomena UFO dengan mata kepala sendiri. “Itu adalah pengalaman yang mencengangkan,” katanya. Saat ini, pengacara di Kantor Hukum Eggi Sudjana itu gemar berburu dan mengumpulkan berbagai fakta dan bukti keberadaan UFO di Indonesia. “Banyak yang mengalami fenomena UFO, tapi tak tahu harus bilang pada siapa,” tuturnya.

Dengan beragam perbedaan minat dan tujuan penggemar UFO ini, kegiatan bersama komunitas relatif tak banyak. Sesama anggota lebih banyak berkomunikasi lewat milis. Tapi, jika memungkinkan, antaranggota bisa saling berkunjung. “Kalau saya sedang ke Surabaya, saya akan mampir dan berdiskusi dengan Mas Nur,” kata Fan.

Beberapa tahun lalu, memang komunitas Beta-Ufo mengadakan kegiatan. Misalnya, tahun 2000 meninjau candi Sukuh di lereng Gunung Lawi, Karanganyar. Candi yang dibangun menjelang runtuhnya kerajaan Majapahit ini punya bentuk unik. “Bentuknya mirip peninggalan kebudayaan Maya di Meksiko,” ujar Nur. Ada juga arca makhluk bersayap. Diduga, tempat itu menjadi bukti jejak keberadaan makhluk ruang angkasa.

Dalam beberapa kesempatan, Beta-Ufo juga ikut pameran soal UFO dan menerbitkan Majalah Info UFO yang bertahan hanya pada 13 edisi.

Setelah secara intens mengadakan kopi darat pada tahun 2003, mulai tahun lalu ada acara kumpul-kumpul di Surabaya dan Jakarta. “Sabtu (8/12) ini, kami akan kumpul lagi di TIM sekaligus merayakan 10 tahun berdirinya Beta-Ufo,” ujar Nur.

Sadar akan berbagai persepsi pribadi tentang UFO, dalam pertemuan komunitas, para penggemar UFO bisa saling berseberangan dalam satu topik. Apalagi kalau terkait dengan keyakinan. “Tapi kami selalu mengingatkan bahwa obyek yang kita itu bicarakan sama, yakni UFO. Meski pembahasan berbeda, satu sama lain masih bisa nyambung,” tutur Fan.

Rasa keingintahuan akan UFO ini, menurut Fan, tak bakal habis. “Banyak fakta yang masih tersimpan rapat,” ujarnya. Sementara belum terungkap, ia yakin, topik ini bakal terus menarik.

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Jangan Lupa Komentarnya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s