Rumus Drake, Menghitung Jumlah Koloni Alien di Galaksi Kita

Rumus Drake, Menghitung Jumlah Koloni Alien di Galaksi Kita

Dewasa ini “alien” (ET atau extraterrestrial, artinya bentuk kehidupan dari luar bumi) atau istilah Indonesia-nya makhluk luar angkasa atau makhluk planet lain, mungkin sudah dimasukkan ke dalam kelompok makhluk fiksi atau khayalan bagi sebagian orang yang awam dengan ilmu kosmologi atau jagat raya.

Sementara orang awam pada umumnya sudah rada malas mendiskusikan topik alien ini karena tidak pernah terbebas dari polemik ada atau tidak adanya alien tersebut, para ilmuwan justru terus semakin hangat memperbincangkannya. Tak kurang Stephen Hawking, ahli fisikawan teoritis dari Inggris (68 tahun) telah lama mengklaim bahwa ada makhluk asing di luar angkasa sana. Dia juga memperingatkan bahwa bentuk-bentuk kehidupan di luar bumi tersebut sangat maju dan secara agresif akan mencari jalan untuk menjajah Bumi yang mana manusianya pernah melakukan kontak dengan mereka.

Dalam sebuah film dokumenter yang ditayangkan di Inggris dalam Discovery Channel from Mei 9, profesor 68 tahun itu menyamakan potensi kunjungan alien itu dengan kedatangan Christopher Columbus di benua Amerika yang mendatangkan kerugian bagi penduduk asli Amerika.

Uraian Stephen Hawking dalam film dokumenter tersebut bukan satu-satunya uraiannya mengenai teori-teori tentang keberadaan bentuk kehidupan asing. Bagi dia, logika sederhana, katanya, mengingat bahwa di dalam 100 milyar galaksi yang ada sangat tidak mungkin kalau bumi menjadi satu-satunya planet di mana kehidupan telah berevolusi. [1]

 

Persamaan (Rumus) Drake atau Green Bank Formula

Di tahun 1961 dalam sebuah pertemuan di Green Bank, Virginia Barat, USA, sekelompok ilmuwan yang terdiri dari astronom, fisikawan, ahli biologi, dan ilmuwan sosial dengan para pemimpin industri bertemu untuk membahas kemungkinan untuk mendeteksi kehidupan cerdas di luar planet bumi.

Di dalam pertemuan inilah Persamaan (Rumus) Drake atau Green Bank Formula yang ditemukan oleh Dr. Frank Drake, sekarang menjabat sebagai Profesor Emeritus of Astronomy and Astrophysics di Universitas of Calofornia, Santa Cruz, USA, dikemukakan dan dibahas. Dalam pertemuan ini juga bidang exobiology and search for extraterrestrial intelligence (SETI) atau ‘eksobiologi dan pencarian bentuk kecerdasan di luar bumi’ dikukuhkan sebagai suatu disiplin ilmu.

Ringkasnya, Persamaan Drake digunakan untuk memperkirakan potensi jumlah peradaban luar bumi di galaksi Bima Sakti kita.  Persamaan tersebut dipergunakan dalam displin ilmu exobiology and search for extraterrestrial intelligence (SETI).

Persamaan Drake tersebut adalah N = R* x ƒp x ne x ƒl x ƒi x ƒc x L, di mana N adalah jumlah peradaban di galaksi kita yang masih dimungkinkan terjalinnya komunikasi dengan kita, R* adalah jumlah rata-rata bintang yang dibentuk di dalam galaksi kita, ƒp adalah fraksi dari bintang-bintang yang memiliki planet, ne adalah jumlah rata-rata planet yang berpotensi dapat mendukung kehidupan pada setiap bintang yang memiliki planet, ƒl adalah fraksi yang di atasnya benar-benar kehidupan dapat dikembangkan di beberapa titik, ƒi adalah fraksi yang di atasnya kehidupan cerdas benar-benar terus dikembangkan, ƒc adalah fraksi dari peradaban yang mengembangkan teknologi yang mampu melepaskan sinyal-sinyal terdeteksi dari keberadaan mereka ke angkasa luar, dan L adalah usia peradaban selama melepaskan sinyal-sinyal yang bisa terdeteksi ke ruang angkasa.

Penjelasan yang sangat teknis dari persamaan tersebut mungkin akan memusingkan anda, seperti sudah memusingkan penulis terlebih dulu. Jadi ringkasnya, Dr Frank Drake dan rekan-rekannya pada tahun 1961 itu menyepakati nilai-nilai untuk setiap variabel dalam Persamaan Drake, yaitu:

R*= 10/tahun (10 bintang terbentuk per tahun, rata-rata selama umur galaksi)

ƒp = 0,5 (setengah dari semua bintang akan membentuk planet)

ne = 2 (di antara bintang-bintang yang mempunyai planet-planet akan ada 2 planet mampu mengembangkan kehidupan)

ƒl = 1 (100% dari planet, pada variabel ne, akan mengembangkan kehidupan)

ƒi = 0,01 (1% darinya, fl,  akan berkehidupan cerdas)

ƒc = 0,01 (1% darinya, fi, akan mampu berkomunikasi)

L = 10.000 tahun (akan berlangsung 10.000 tahun).

Kalau dihitung nilai-nilai tersebut, maka Persamaan Drake menghasilkan nilai N = 10 × 0,5 × 2 × 1 × 0,01 × 0,01 × 10.000 = 10, atau jumlah peradaban cerdas lain, selain di bumi kita yang mampu berkomunikasi dengan kita ada 10 peradaban. [2]

Banyak kritik terjadi terhadap Persamaan Drake ini, namun terlepas dari hal itu kita sebaiknya berpandangan positif saja bahwa ilmu pengetahuan (sains) saat ini mulai mengakui keberadaan sesuatu yang sebetulnya belum bisa dibuktikan di laboratorium ilmiah, sesuatu yang abstrak dan immateri lainnya. Wallahua’alam.

 

 

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Jangan Lupa Komentarnya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s