Apakah Ada Alien di Titan?

Judul ini aneh, pertama sebagai badan ilmiah, NASA tidak akan menerbitkan sebuah berita secara mendadak. Perlu penelitian yang mendalam dan hampir setiap penelitian di publikasikan dengan hati-hati. Untuk berita seheboh penemuan Alien, sepertinya terlalu mendadak. Kedua, di saturnus hampir tidak mungkin ada kehidupan. Planet tersebut isinya gas melulu.

Dan benarlah kita temukan pada paragraf pertama berita tersebut kalau alien yang disebut itu bukan dari saturnus, tapi dari Titan, bulannya Saturnus. Well, sekarang cukup masuk akal. Untuk standar media, berita ini cukup menarik dengan judul yang memikat. Orang lebih tau saturnus ketimbang Titan toh. Saya jadi ingat iklan di TV yang mengatakan jeruk Pontianak, padahal jeruk tersebut berasal dari Tebas, sebuah kota kecamatan jauh di utara Pontianak. Tapi tetap saja saya cukup merasa kesal, seperti seolah saya dijanjikan akan di ajak ke Bali tapi ternyata Banyuwangi.

Anyway, naluri skeptik saya langsung menanyakan apa buktinya. Untuk itu kita harus ke sumber asli sebisa mungkin.
Sementara berita di atas memberi judul “NASA menemukan bukti adanya alien di Saturnus”, telegraph co.uk memberi judul Titan: Ilmuan Nasa menemukan bukti ‘kehidupan alien ada di bulan Saturnus’
Tapi majalah khusus Astronomi, Astronomy Now memberi judul Sesuatu yang Aneh terjadi di Titan
Anda bisa lihat bedanya. Kalangan ilmiah sangat hati-hati memberikan judul berita. Dan cita rasa skeptisnya langsung terlihat di paragraf pertama : “Penemuan terbaru dari Titan mengungkapkan keanehan yang walaupun sepertinya proses kimia alami, tapi tidak menutup kemungkinan kalau memberi kemungkinan adanya kehidupan.”

Lihat bagaimana perbedaan media umum dan media ilmiah memberikan judul dan bahasannya.

Sekarang mari kita periksa secara objektif. Tahun 2005, ilmuan NASA, Chris McKay meramalkan sebuah skenario seandainya ada kehidupan di Titan. Jika ada kehidupan di sana, mereka dapat bernapas dengan hidrogen dan menggunakan asetilen sebagai energi. Whoaa, asetilen, keren gak? Jika anda belum tahu, asetilen adalah gas yang digunakan untuk las baja. Waktu sekolah di STM saya akrab dengan gas ini. Saat dinyalakan, anda harus menutup wajah anda dengan kacamata tebal gelap untuk menghindari terangnya cahaya yang muncul dari ujung las akibat bertemunya asetilen dengan oksigen di udara. Dengan kata lain, bila ada alien di Titan, kamu tidak akan dapat bercinta dengannya.

Jadi menurut McKay, syarat adanya kehidupan di Titan adalah adanya konsumsi hidrogen dan asetilen. Dan inilah tampaknya yang ditemukan pesawat penjelajah tanpa awak Cassini!

Cassini menemukan kalau : hidrogen yang turun dari atmosfer Titan sebagian lenyap. Kenapa lenyap? Well, bisa jadi alien di Titan menghisapnya untuk bernapas. Atau, ada penjelasan lain yang tidak melibatkan alien disini.

McKay terkesan dengan penemuan ini tapi yang namanya ilmuan, ia sendiri skeptik dengan hal ini. Beliau segera memberi pendapatnya atas penemuan Cassini tersebut di sini :
Have We Discovered Evidence for Life on Titan?

dan baru membaca sebentar anda akan menemukan inti pernyataannya : “This is a still a long way from “evidence of life”. However, it is extremely interesting.”

“Ini masih jauh dari bukti adanya kehidupan. Tapi, memang sangat menarik.” Yup, tentu saja menarik, karena jika memang benar ada kehidupan, beliau mungkin jadi ilmuan selebritis.

Kehidupan di bumi menyebar luas karena air yang tersebar luas, maka kehidupan di Titan mungkin juga seperti itu. Ia menyebar luas karena metana tersebar di mana-mana. Tanaman di bumi mengkonsumsi karbon dioksida untuk membuat dedaunan, begitu pula alien di Titan, akan mengkonsumsi hidrogen untuk bernapas. Akibatnya, ada penurunan kadar karbon dioksida di atmosfer bumi pada saat tanaman bersemi di musim semi, dan begitu juga, Mc Kay meramalkan kalau akan ada penurunan kadar hidrogen di atmosfer Titan. Selain hidrogen, asetilen, etana dan zat padat juga akan di konsumsi, seperti halnya tanaman mengkonsumsi oksigen, air dan unsur hara untuk hidup di bumi.

Strobel mengatakan kalau apa yang ditemukan Cassini analoginya seperti ini: Kamu punya selang hidrogen, kamu semburkan ke tanah dan hidrogen itu lenyap. Hilang. Well, secara normal ini tidak dapat terjadi. Hidrogen adalah unsur paling ringan dan ia akan langsung melayang ke atas menuju atmosfer. Kemana larinya hidrogen itu?

Jika secara normal, etana seharusnya ada dalam bentuk lapisan di permukaan Titan, setelah di periksa oleh Cassini, ternyata lapisan tersebut tidak ada. Jika secara normal asetilen seharusnya ada tapi ternyata tidak ada. Kemana larinya etana dan asetilen?

McKay sendiri dengan kekuatan skeptiknya mendaftarkan empat penjelasan yang mungkin, mulai dari yang paling mungkin sebagai berikut :

  1. Cuma salah hitung. Hasil penelitian yang mengatakan kalau hidrogen mengalami fluktuasi kuat hanyalah satu saja, yaitu karya Strobel (2010). Hasil penelitian ini harus diperiksa terlebih dahulu dan di duplikasi untuk menentukan benar tidaknya hasil penelitian tersebut.
  2. Penyerapan (adsorpsi) hidrogen di atmosfer atas menjadi partikel kabut di atmosfer yang bersifat organik dan padat. Partikel ini kemudian jatuh ke permukaan Titan.
  3. Ada semacam katalis permukaan yang menjadi mediator reaksi dalam suhu negatif 178 derajat Celsius. Katalis semacam ini tidak diketahui ada, tapi bisa jadi ada, karena kondisi bumi berbeda dengan Titan.
  4. Ada alien

Point ketiga telah ditunjukkan oleh Penelitian sebelumnya dari Farmer et al (1986) kalau keberadaan katalis ini kemungkinannya kecil. Penemuan ini menarik bahkan kalau alien tidak ada. Hal ini karena kita menemukan kalau ada benda langit selain di bumi yang memiliki siklus karbon. Ambil contoh siklus air di bumi. Siklus air tidak memerlukan mahluk hidup. Dari laut, air menguap lalu menumpuk menjadi awan, terbawa angin ke daratan, dan turun sebagai hujan dan airnya kembali ke laut, lalu air ini menguap lagi dan seterusnya. Siklus air tidak memerlukan mahluk hidup, dan begitu juga siklus karbon di Titan.

Jika ada kehidupan di titan, maka bentuk kehidupan ini sepertinya akan seperti cacing luar biasa yang hidup di celah hidrotermal di dasar samudera bumi. Cacing ini hidup dalam suhu melebihi 100 derajat celsius. Atau mungkin seperti cacing yang hidup di dalam salju di Alaska, pada suhu nol derajat celsius.

Sebelum penemuan ini, Cassini sudah menemukan adanya danau-danau berisi cairan metana di kutub Titan. Danau-danau ini juga mengalami pasang surut dalam irama tergantung musim. Bisa jadi, disinilah alien kita tinggal, berenang di laut Kraken (nama daerah danau tersebut) atau di Ontario Lacus (salah satu danau terbesar di kutub Titan) sambil menghisap oksigen, menikmati asetilen dan etana.

Mengagumkan sekali bila memang ada kehidupan di Titan. Sungguh. Kita tidak perlu jauh melihat ke tata surya lain, tapi ke tata surya kita sendiri. Tapi kita tidak bisa langsung lari ke pilihan akhir. Kita harus melihat pada geokimia terlebih dahulu. Bisa jadi ada zat kimia yang tidak diperhitungkan.

Astrobiologiwan William Bains tampaknya cukup gatal sehingga segera membuat spekulasi seperti apa kehidupan di Titan bila memang ada. Menurutnya, seandainya atmosfer titan bertukar dengan atmosfer bumi, mahluk ini akan meledak secara spektakuler. Ia adalah bom yang hidup. Baunya juga akan luar biasa busuknya.

Hal ini disebabkan karena Titan merupakan salah satu daerah paling horor di tata surya. Bayangkan saja, walau ukurannya dua kali ukuran bulan kita, atmosfernya begitu tebal, beku dan berwarna jingga. Suhunya negatif 180 derajat celsius. Cairan yang ada hanyalah metana dan etana, yang di bumi kita dipakai untuk memasak dalam tabung gas yang kadang meledak.

Jika anda ingin melihat seperti apa permukaan Titan, anda bisa melihat videonya di sini:

Video Pendaratan Cassini-Huygens di Titan

Kehidupan memerlukan cairan, bahkan di gurunpun mahluk hidup memerlukan cairan. Jadi cairan yang diperlukan di Titan adalah metana.

Secara kimiawi, metana cair itu sangat terbatas dan sangat tergantung pada berat molekul. Kalau lebih dari 6 atom non hidrogen saja, maka ia tidak dapat larut. Jadi metabolisme yang bertopang pada metana cair akan memiliki molekul yang lebih kecil daripada kita yang ada di bumi. Mahluk hidup di bumi mampu mencapai modul 10 atom berat, alien di Titan, paling banyak hanya 6 atom berat dalam molekulnya.

Menurut Bains, hanya ada sekitar 3400 jenis molekul yang tersusun dari atom berat yang ada di bumi: karbon, nitrogen, oksigen, belerang, dan fosfor. Dan dari 3400 itu, hanya 700 jenis yang dipakai oleh mahluk hidup. Jika ada kehidupan di Titan, ia pasti memiliki lebih banyak tipe ikatan kimia dan lebih banyak memakai jenis unsur berat untuk menyusun molekulnya. Termasuk menggunakan belerang dan silikon.

Selain itu, energi yang diperoleh titan hanya sepersepuluh daripada yang diterima bumi dari matahari. Gerakan membutuhkan banyak energi, karenanya kehidupan di Titan kemungkinan besar seperti lumut, diam-diam tumbuh.

Aneh bukan? Well, itulah alien. Jangan kira ia seperti di film-film.

Bacaan Lanjut :

Ini adalah artikel ilmiah yang membahas komposisi kehidupan yang mungkin ada di alam semesta.
Benner, S.A., et al (2004) Is there a common chemical model for life in the universe? Current Opinion in Chemical Biology 8, 672–689.

Ini adalah laporan hasil penelitian asli dari tim NASA yang menghebohkan tersebut:
Clark, R. N., et al (2010) Detection and Mapping of Hydrocarbon Deposits on Titan. J. Geophys. Res.

Tentang Percobaan Katalisis secara acak :
Farmer, J. Doyne, Kauffman, Stuart A. and Packard, Norman H. (1986) Autocatalytic replication of polymers. Physica D 22:1-3, 50-67.

Ini hasil penelitian sebelumnya.
Lorenz, L.D., et al (2006) Titan’s damp ground: Constraints on Titan surface thermal properties from the temperature evolution of the Huygens GCMS inlet. Meteoritics and Planetary Science 41, 1705–1714.

Penelitian lebih lanjut atas material permukaan organik di Titan :
Lorenz, R.D., et al (2008) Titan’s inventory of organic surface materials Geophys. Res. Lett. 35, L02206,

Ini ramalan McKay tentang kehidupan di Titan tahun 2005:
McKay, C.P., Smith, H.D. (2005) Possibilities for methanogenic life in liquid methane on the surface of TitanIcarus, 178, 274-276.

Pengukuran kelimpahan gas di atmosfer Titan:
Niemann H. B., et al (2005) The abundances of constituents of Titan’s atmosphere from the GCMS instrument on the Huygens probeNature 438, 779–784.

Mengenai Pendapat William Bains tentang kehidupan di Titan:
Royal Astronomical Society (RAS) (2010, April 13). Life on Saturn’s moon Titan: Stand well back and hold your nose!. ScienceDaily.

Mengenai siklus Karbon yang mungkin ada di Titan:
Schulze-Makuch, D., and D.H. Grinspoon (2005) Biologically enhanced energy and carbon cycling on Titan? Astrobiology 5, 560–564.

Tentang Pengamatan pasang surutnya danau di Titan:
Stephan, K., et al. (2010), Specular reflection on Titan: Liquids in Kraken MareGeophys. Res. Lett., 37, L07104, doi:10.1029/2009GL042312.

Laporan hasil penelitian Strobel mengenai kemungkinan kehidupan di Titan yang menghebohkan tersebut.
Strobel, D.F. (2010) Molecular hydrogen in Titan’s atmosphere: Implications of the measured tropospheric and thermospheric mole fractionsIcarus, in press.

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Jangan Lupa Komentarnya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s