Penemuan yang Berpotensi Aktifkan Sistem Peringatan gempa Dini

Pada 15 Mei 2008, Sebuah celah terlihat di San Andreas Rift Zone, sebuah proses penurunan tanah diantara celah paralel akibat gempa bumi di San Andreas, dekat San Bernardino, California. (DAVID MCNEW/GETTY IMAGES)
WASHINGTON — Peneliti yang bekerja di San Andreas Fault California telah mendeteksi terjadinya perubahan geologis yang kecil beberapa jam sebelum gempa. Penemuan ini kelak akan berguna bagi pengembangan sebuah sistem peringatan dini untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Berdasarkan pernyataan dari salah satu pakar seismologi, Paul Silver dari Carnegie Institution di Washington, alat mereka telah mendeteksi perubahan geologi yang sebagian besar disebabkan oleh retakan kecil yang terbentuk di bebatuan, mendahului sebuah gempa bumi yang disebabkan oleh tekanan pada lapisan kulit bumi.
“Akan terjadi sebuah retakan sebelum sebuah gempa bumi,” kata Silver melalui wawancara telepon.
Hasil penelitian dengan menggali sebuah sumur sedalam 0,6 mil di daerah rawan gempa di Parkfiled, California ini dipublikasikan di Jurnal Nature.
Alat tersebut membuat dan mencatat gelombang seismik pada awal, selama dan sesudah dua gempa kecil, sehingga mereka dapat mengamati perubahan geologi kecil yang dapat diprediksi sebelumnya.
Pada kasus pertama, sinyal geologi terjadi 10 jam sebelum sebuah gempa dengan besar tiga skala Ritcher pada Desember 2005 lalu. Sinyal yang sama juga terjadi dua jam sebelum sebuah gempa sebesar satu skala Ritcher yang terjadi lima hari kemudian, kata peneliti.
“Kami sangat tertarik dengan penelitian ini, dan kami berencana untuk melakukan lebih banyak eksprimen untuk memastikan apakah perubahan ini merupakan bagian dari proses yang terjadi secara umum sebelum sebuah gempa bumi,” kata seismolog Fenglin Niu dari Rice University di Houston melalui sebuah wawancara telepon.
Para peneliti telah membuat langkah kemajuan dalam memahami gempa bumi, tetapi tidak mudah untuk menemukan perubahan di lapisan kulit bumi yang dapat digunakan sebagai petunjuk.
Sistem peringatan awal gempa bumi saat ini hanya mampu memberikan peringatan awal beberapa detik sebelum sebuah gempa bumi terjadi.
Penemuan ini dipublikasikan dua bulan setelah sebuah gempa bumi besar yang terjadi di Tiongkok. Gempa 12 Mei 2008 di provinsi Sichuan menimbulkan korban jiwa sebanyak 80.000 orang, di mana sebagian besar meninggal ketika bangunan seperti sekolah runtuh.
“Untuk menuju titik di mana kita mempunyai sebuah sistem peringatan dini yang praktis terhadap gempa bumi, masih membutuhkan waktu sekitar 10 tahun, atau mungkin 20 tahun lagi,” kata Silver.
Jika lebih banyak penelitian yang menemukan bahwa efek ini terjadi sebelum gempa bumi, maka penemuan ini akan membuat tujuan dapat dicapai, kata peneliti.
“Tidak menjadi masalah seberapa banyak waktu yang ada, yang penting adalah apa yang dapat kita lakukan. Bahwa hanya dengan beberapa detik, kita dapat secara reflek mematikan katup gas. Mungkin bahkan dapat memakai sebuah helm atau berlari keluar dari sebuah bangunan,” kata Silver.
“Tetapi dengan waktu selama 10 jam, Anda mungkin dapat mengevakuasi masyarakat, Anda mungkin dapat mengeluarkan orang-orang dari pusat kota dan area yang dianggap berbahaya.

1 Comment


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Jangan Lupa Komentarnya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s