Fosil Tunjukkan Sejarah Organisme Multisel

Makrofosil multisel 2,1 miliar tahun, yang komplek dan tersusun rapi. (CNRS Photo Library/Kaksonen)
Beberapa spesimen 2,1 miliar tahun ditemukan di Gabon

Lebih dari 250 fosil organisme multisel 2,1 miliar tahun ditemukan di Paleoproterozoikum Francevillian B Formation, Gabon, Afrika.
Sejumlah ilmuwan dari 16 lembaga berbeda, menemukan dan meneliti beberapa spesimen serta mempublikasikan temuan mereka pada jurnal Nature, 1 Juli lalu.
Fosil-fosil dari konservasi tersebut dalam kondisi sangat baik, menurut sebuah siaran pers. Para peneliti mengatakan dalam makalah mereka bahwa fosil-fosil tersebut panjangnya hingga 12 cm (sekitar 5 inci), dan sangat tersusun serta terpisah secara tersendiri dari koloni beberapa organisme.”
“Pola-pola pertumbuhannya disimpulkan dari berbagai morfologi fosil yang menyatakan bahwa organisme-organisme tersebut memperlihatkan isyarat dan reaksi teratur dari sel ke sel, yang biasanya terkait dengan organisme multisel,” tulis makalah penelitian itu.
Penemuan ini menunjukkan bahwa asal mula organisme multisel terdapat lebih awal dari apa yang diduga sebelumnya.
“Bukti adanya kehidupan makrokospik selama era Paleoproterozoikum (antara 1,6 -2,5 milyar tahun lalu) masih kontroversial,” ujar para peneliti dalam makalah mereka. “Kecuali fosil spiral Grypania 2 miliar tahun, kemungkinan telah eukariotik, sebagai bukti analisis dan keanekaragaman makroorganisme dalam klasifikasi khusus yang terjadi pada awal jaman Mesoproterozoikum (1.0 -1,6 miliar tahun lalu).

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Jangan Lupa Komentarnya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s