Tips Blogging : Mendapatkan Ide Menulis Artikel Blog dengan Teknik Combining

Mendapatkan ide untuk menulis artikel blog itu susah!

Pendapat semacam itu sudah berusaha kita kikis bersama dengan artikel Teknik Digging untuk Menulis artikel Blog yang lalu. Disana saya juga menyebutkan bahwa ada 3 metode menghilangkan alasan pertama dari 5 Penyebab Kebosanan Dalam Blogging, yaitu Teknik Digging, Combining dan Be Yourself. Nah, dalam artikel kali ini kita akan membahas teknik Combining untuk mendapatkan ide menulis artikel blog. Semoga bisa bermanfaat untuk membantu anda membangun blog anda :D

Teknik Combining itu Apa?

Teknik combining adalah cara menulis sebuah artikel blog dengan mendekati sebuah tema artikel menggunakan perbandingan antara 2 hal yang berbeda untuk membantu anda menjelaskan sebuah tema yang anda bahas.

Sebetulnya teknik combining bukanlah hal baru bahkan mungkin sudah sering anda lakukan sebelumnya. Jika anda pernah mendengar Teknik SEO Riyani Jangkaru yang dirilis oleh pakar SEO kenamaan, mas Dhyar, maka dapat dikatakan bahwa artikel tersebut adalah salah satu contoh penerapan teknik combining.

Inti dari teknik combining adalah menurunkan tingkat kesulitan dari tema yang anda bahas di artikel blog menjadi lebih sederhana dan mudah dimengerti, menggunakan sesuatu yang sebelumnya sudah dipahami oleh calon pembaca anda.

Di blog Belajar SEO ini, saya pernah mencoba menerapkan teknik Combining untuk menulis sebuah analogi tentang SEO, yang walaupun masih dirasa agak susah dicerna, tapi bisa sedikit menurunkan kesulitan dari skema besar penerapan SEO untuk sebuah situs *pembelaan diri mode: on*.

Penerapan Teknik Combining untuk Menulis Artikel Blog

Untuk bisa menerapkan teknik combining dengan maksimal, sebelumnya anda harus sudah memiliki gambaran yang konkret tentang tema yang anda bahas, karena tujuan dari teknik combining adalah penyederhanaan, jadi sebaiknya jangan sampai hasil teknik combining ini malah menjadi penyaluran dari kebingungan anda sendiri hehehe ;)

Berusahalah untuk mencari entitas pembanding yang bisa banyak anda eksplor kesamaannya dengan apa yang ingin anda bahas guna membuat artikel blog anda yang ditulis dengan teknik ini masuk akal, atau bahkan menghibur pembaca anda.

Semisal, bagi anda para pemain Paid Review, mungkin penurunan Google PageRank blog andalan dalam memancing job paid review adalah sesuatu yang menjadi momok tak berkesudahan. Kemudian anda menuliskan betapa desperate-nya diri anda menghadapi penurunan Page Rank tersebut dengan artikel Petaka Google Bagai Lumpur Lapindo

Teman-teman, seperti yang kita ketahui, belum lama ini Google melakukan update Page Rank. Senang rasanya karena kebetulan, Page Rank blog ini naik. Tapi malang tak bisa ditolak, akibat terlalu asik bermain Paid Review, sepertinya Google jadi agak sentimen terhadap , pada update PageRank sebelumnya, 10 blog saya yang ber PR 6 diturunkan jadi PR 5, belum lagi 4 blog ber PR 4 diturunkan jadi PR 2. Walaupun sedih dan gusar, namun kekecewaan saya masih sedikit terobati karena para broker paid review masih mau melirik blog-blog saya tersebut. Namun, dalam update page Rank kali ini, 10 blog saya yang berPR 5 tersebut digebuk sampai berPR 1, dan 4 blog berPR 4, 3 diantaranya langsung menjadi 0 dan yang satu dibanned Google sehingga tidak lagi muncul di SERP.

Sedih rasanya, kok Petaka Google PageRank ini seperti Lumpur Lapindo yach, ga bisa dibendung, dan malah terus meluas. Padahal, sejak penurunan PR yang lalu, saya sudah mengurangi job Review di blog-blog tersebut, memperbanyak konten original dan mencari fresh backlink. Tapi tetep saja ga bisa lolos dari luapan lumpur penurun PageRank-nya Google. Uda gitu, bagaikan pihak Bakrie yang terus menunda-nunda penggantirugian rumah korban, salah satu broker Paid Review berinisial BBR juga tidak kunjung membayar komisi paid review yang sudah saya kerjakan. Kenapa yach.. kok bisa mirip gitu petaka Google ini dengan Bencana Lumpur Lapindo … dst…

Dari contoh diatas, kita bisa melihat bahwa penyampaian kesedihan anda dapat sedikit dipoles dengan menganalogikan petaka tersebut sebagai bencana lumpul lapindo yang tidak kunjung reda. Hal yang tadinya hanya membawa emosi sedih bisa tersamarkan dengan analogi lumpur lapindo tersebut. Sehingga pembaca blog anda tidak merasa sekedar dicurhatin tapi juga tetep dihibur :D

Keuntungan Teknik Combining

Keuntungan teknik Combining yang terbesar adalah guna mendaur ulang tema artikel blog yang sebelumnya dirasa umum, menjadi sesuatu yang layak untuk dibaca kembali. Dan juga, judul dari artikel blog yang ditulis dengan teknik ini biasanya akan memancing rasa penasaran dari calon Pembaca anda, terutama bila ada berkomentar di blog yang menyediakan fasilitas CommentLuv :D

Sekali lagi perlu saya tegaskan, bahwa tips ini akan berguna bagi blogger yang sering kehabisan ide. Bila anda tergolong sebagai blogger yang kaya ide, bisa saya katakan bahwa anda tidak memerlukan tips blogging di artikel ini. Just keep blogging the way you are :D

 

2 Comments

  1. Terima kasih tips-nya. Dari blog ini saya jadi tahu tentang ‘teknik combining’ meskipun masih belum begitu mengerti aplikasinya.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Jangan Lupa Komentarnya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s