NASA Sangkal Penemuan Alien

foto
Meteorit Ivuna dan Orgueil. trekmovie.com

TEMPO InteraktifWashington – Celah dan serat berserabut yang ditemukan seorang ilmuwan badan antariksa Amerika (NASA), Richard B. Hoover, dalam meteorit Ivuna dan Orgueil itu memang mirip bakteri, dan diklaim sebagai bukti kehidupan alien. Namun seperti apa yang ditemukan NASA pada 15 tahun lampau, penampilan bisa menipu.

Ilmuwan terkemuka dalam berbagai disiplin ilmu dengan cepat menemukan perangkap dalam pemeriksaan batu luar angkasa yang baru saja dipublikasikan dalam Journal of Cosmology. NASA dan sejumlah ilmuwan topnya menyangkal penemuan itu, Senin siang.

Para ahli biologi mengatakan meski terlihat seperti lubang yang dibuat oleh bakteri, tidak lantas membuatnya menjadi fosil mikroba extraterrestrial. Meteorit itu ada kemungkinan terkontaminasi bakteri bumi. Baik para astronom maupun pakar biologi menuduh bahwa studi itu tidak benar-benar dikaji secara ilmiah.

Ada banyak pertanyaan tentang sertifikasi Richard Hoover, penulis makalah yang menghebohkan itu. Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal online itu juga memancing kecurigaan karena editor Cosmology mengakui ada kemungkinan jurnal itu akan ditutup pada Juni nanti dan salah satu alasan menerbitkan klaim kontroversial itu adalah untuk membantu memperoleh pembeli. “Ada banyak measalah di sini, dan tidak tidak semuanya berkaitan dengan sains,” kata Rosie Redfield, ahli mikrobiologi di University of British Columbia, yang telah menelaah makalah itu. “Saya melihatnya dan langsung gemetaran.”

Sejumlah ilmuwan lain tak setuju dengan penemuan itu. Tak ada keriuhan seperti yang muncul ketika NASA mengumumkan klaim serupa pada 1996, namun ditarik kembali. Pada saat itu sebuah meteorit dari Mars yang ditemukan di Antartika diklaim memperlihatkan bukti kehidupan luar angkasa.

“Tak ada seorang pun dalam komunitas ilmiah, khususnya ahli dari kalangan analis meteorit yang mendukung kesimpulan itu,” kata Carl Pilcher, direktur Astrobiology Institute, NASA, Senin lalu.

Hoover, ilmuwan NASA di Marshall Space Flight Center di Huntsville, Alabama, mengklaim dia menemukan fosil yang mirip jasad bakteri dalam beberapa batu luar angkasa. Hasil risetnya menyimpulkan bahwa bakteri itu pastilah berasal dari luar angkasa. Kesimpulannya dilandasi tiga spesimen dari meteorit tipe langka, yang diduga berasal dari komet, yang ditemukan di Prancis pada 1806 dan 1864 serta Tanzania pada 1938.

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Jangan Lupa Komentarnya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s