Cryptobotany in History

Cryptobotany in History

Dunia Crypto memang menyimpan rahasia makhluk hidup yang tidak bisa kita duga sebelumnya. Dalam dunia Crypto terdapat dua kingdom yang mengisinya. Salah satu jenis Crypto yang paling terkenal adalah dari kingdom animalia atau lazimnya disebut sebagai Crypzootology. Lalu ada sebuah kingdom yang hanya menjadi minoritas dalam dunia ini yaitu golongan Plantenea, sepeti apakah mereka.
“Cryptobotany, mungkin adalah sesuatu yang asing bagi kita. Saya pun baru tahu hal ini satelah lama berkutat di internet utnuk mencari keberadaan Crypto yang jarang dibahas oleh para Blogger lainnya. Atas hal inilah saya tertarik untuk mengisi salah satu calon jenis artikel saya yang sepertinya akan mendominasi voting yang akan ditutup 5 Juni nanti.”
Cryptozoology adalah sebuah studi tentang binatang yang tersembunyi. Kajian ini mengacu pada pencarian untuk hewan yang dianggap legendaris atau dinyatakan tidak ada oleh mainstream biologi . Objek ini termasuk mencari contoh hidup hewan yang punah, seperti dinosaurus , binatang yang keberadaannya yang tidak memiliki dukungan fisik tapi biasanya yang muncul dalam mitos , legenda, atau laporan-laporan, seperti halnya Bigfoot dan chupacabra.

Cryptobotany adalah studi tentang berbagai tanaman eksotik yang tidak diyakini ada oleh komunitas ilmiah, tetapi yang ada dalam mitos, sastra atau laporan tidak berdasar. Seperti halnya dengan Cryptozoology , bidang disiplin terkait dengan penelitian pinggiran dan dianggap sebagai pseudosains. Legenda rakyat dan penggunaan tanaman, sering dibuat sebagai pencarian interdisciplinary. Disajikan dan dikembangkan untuk sebuah species yang tidak dikenal, dengan harapan yang memungkinkan species yang dikumpulkan dapat di identifikasi.

Pohon Pemakan Manusia
Pada 1881 seorang penjelajah berkebangsaan Jerman “Carl Liche” mencatat sebuah laporan di South Autralian Register, yang menyebutkan sebuah pengorbanan yang dilakukan oleh suku Mkodo di Madagaskar.

“The slender delicate palpi, with the fury of starved serpents, quivered a moment over her head, then as if instinct with demoniac intelligence fastened upon her in sudden coils round and round her neck and arms; then while her awful screams and yet more awful laughter rose wildly to be instantly strangled down again into a gurgling moan, the tendrils one after another, like great green serpents, with brutal energy and infernal rapidity, rose, retracted themselves, and wrapped her about in fold after fold, ever tightening with cruel swiftness and savage tenacity of anacondas fastening upon their prey.”

Dalam Ceritanya

“Tumbuhan ini memiliki palpi halus dan ramping, dengan kemarahan yang seperti ular kelaparan, bergetar sebentar di atas kepalanya, maka seolah-olah dengan kecerdasan naluri yang mengikat seperti kesurupan, memutar, dan menggulung disekitar leher dan lengan korbannya, kemudian untuk sementara waktu terdengar jeritan mengerikan namun lebih mengerikan tawa mawar liar itu langsung mencekik korbannya, turun lagi menjadi sebuah gelegak erangan, sulur-sulur satu demi satu, seperti ular hijau besar, dengan energi brutal dan kecepatan neraka, bangkit, mencabut diri mereka sendiri, dan membungkus korbannya lalu dilipat, dengan kejam kecepatan dan ketahanan liar seperti anacondas yang melilit mangsanya “.

Pohon itu diberikan publisitas lebih lanjut dengan buku pada tahun 1924 oleh mantan Gubernur Michigan Chase Osborn , Madagaskar. Buku ini berjudul Land of the Man-eating tree. Osborn menyatakan bahwa baik dari suku-suku dan misionaris di Madagaskar telah mengetahui tentang pohon yang mengerikan itu, dan juga telah mengklarifikasi laporan Liche.

Untuk penggemar Harry Potter tentunya tahu bagaimana rupa whomping willow. whomping willow adalah tampilan modern dalam cerita Harry Potter.

Pada buku yang diterbitkan 1955 lalu, Salamanders and other Wonders, ditulis oleh seorang pengarang science Willi Ley mengatakan bahwa suku Mkodo, Carl Lichie, dan Pohon pemakan tanaman tampak seperti gurauan(HOAX).

Umdhlebi
Umdhelebi adalah sebuah species tanaman yang belum diketahui, konon tanaman ini berasal dari Zululand, Afrika Selatan. Hal ini pertama kali dilaporkan dalam jurnal “Nature” pada 2 November, 1882 oleh Reverend GW Parker, Seorang misionaris di Afrika Selatan, yang mengatakan ada sebuah tanaman beracun (Umdhelebi) di daerah Zululand.

Menurut Parker, suku Zulu mempersembahkan domba dan kambing kepada pohon ini dengan tujuan menenangkan roh jahat.

Pada 2009 tidak ada specimen dari Umdhelebi yang ditemukan kembali dan ketika abad 19 tidak ada bukti lebih lanjut yang diketahui tentang specimen ini.

Karakteristik Umdhlebi
Umdhlebi digambarkan memiliki fisik yang besar, daun hijau rapuh, dan dua lapisan kulit atau lapisan luar (mungkin dimaksud Epidermis) yang mati tergantung-gantung dipohon, dan lapisan hidup yang baru tumbuh dibawahnya. Buah pohon ini dilaporkan berwarna merah dan hitam, dan tempat menggantungkan cabangnya tampak seperti tiang kecil.
Kesaksian Parker
Parker mengatakan Umdhlebi meracunani hewan yang mendekatinya sehingga ketika hewan itu mati, maka proses alami pembusukan yang dialami oleh korbannya akan menyuburkan tanah di mana ia tumbuh. Gejala racun pohon dilaporkan meliputi sakit kepala dan mata merah, diikuti dengan delirium dan kemudian mati. Parker tidak pernah mengidentifikasi sumber atau sifat racun, tetapi hipotesis bahwa gas beracun dikeluarkan dari tanah di sekitar akar-akarnya.
Penutup
“Jadi kalau menemukan pohon dengan karakteristik diatas hati-hati yaa??, bisa-bisa dijadiin pupuk .”

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Jangan Lupa Komentarnya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s